Hanyalah sebuah coretan

The Chronicles of Science , Cinta and Pacaran [episode 1]

The Chronicles of Science , Cinta and Pacaran

Bismillah , kembali lagi bersama ana (emang sapa elu?) , hehe sabar dong , ngomong ngomong masalah rujak , kenapa ana kok ngasi judul The Chronicles of Science , Cinta , and Pacaran ? (weis , serem gila judulnya) soalnya setelah ana teliti dan teliti lagi (yassalam) tiga unsur itu berhubungan satu sama lain. Dan juga cinta ini memang ada sejarahnya (ana yakin ente sudah pasti banyak yang tau) mulai dari zaman adam dan hawa , sampe zamanya romeo and Juliet (mungkin juga jamanya si atang and juleha.nah lho? ) cerita dan kisah ini memang ga pernah luntur oleh jaman , dan selalu aja menarik.h0h0

Nah membahas masalah the chronicles ini , ada suatu chronicles di jaman Rasulallah Salallahualayhiwassalam

pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakarradhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai (eitss buat para cowok , jangan dipraktekin loh ya,kalo ama istrinya ga papa.hehe):

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattabradhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Ente bisa bayangkan,gimana girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun protes n demo(lebay_mode=on “biar dramatis”) mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Nah , gimana brother n sister , kalian pengen ngerasain betapa paitnya nasib yang dialami ama laila bintu al judi? Apa kalian pengen kaya Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu’anhu?

Ga heran kan , kalo nenek moyang kita selalu mewanti wanti tentang fakta ini , yang mereka ungkapkan dengan ungkapan yang unik :

“Rumput tetangga terlihat lebih hijau disbanding rumput sendiri”.

Antum pada pengen tau , kenapa kenyataan ini bisa terjadi ? kita liat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Nah , gini ni penjelasan nya , jadi pas dulu ada hubungan antara ente ama si doi yang terlarang dalam agama , maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat ente , sehingga ente hanyut dalam badai asmara . karena sudah hanyut dalam badai asmara haram , maka mata ente menjadi buta dan telinga menjadi tuli , sehingga muncullah semboyan Besar pasak daripada tiang,nah lho,bukan-bukan , maksut ane muncullah semboyan Cinta itu Buta. Dalam pepatah arab dinyatakan :

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Nah lain cerita kalo hubunganya dah jadi hubungan antara dua insan yang halal , maka spontan setan menyibak tabirnya , dan berbalik arah. Setan ga lagi membentangkan tabir di mata ente , setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa ente. Dan di saat itulah , ente mulai menemukan jati diri pasangan ente seperti apa adanya.saat itu ente mulai sadar bahwa hubungan dengan pasangan ente tidak hanya sebatas urusan paras wajah , kedudukan sosial , harta benda. Ente mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah dan kekayaan . terlebih lagi , setan telah berbalik arah , dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara ente berdua ama perceriaian (naudzubillah) :

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Terus ente nanya ,” nah terus kalo udah kaya gitu , apa yang mesti ana berbuat , dan apa hubunganya antara science , cinta  , and pacaran “

To be Continued . . . (kaya di sinterton aja.haha)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s