Hanyalah sebuah coretan

Haruskah aku menjadi ustadz dulu, baru boleh meminang dirimu?


 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 

Haruskah aku menjadi ustadz dulu, baru boleh meminang dirimu?

Kira2 bgtulah kegalauan hati seorang teman saya, ketika lamarannya ditolak oleh ‘si akhwat’ karena dia bukan seorang ustadz.

Itu memang hak dia untuk menolak saya, kata teman saya menghibur dirinya!!!!!

Ya, saya sangat memaklumi, Betapa banyak ‘akhwat’ yang ingin menikah dengan seorang ustadz.

Bahkan, (mungkin) ada seorang akhwat yang sampai sekian tahun umurnya saat ini belum menikah, karena cintanya ditolak oleh seorang ustadz yang sangat ia cintai dan ia idam-idamkan, sekalipun ia tahu, ustadz tersebut telah memiliki istri.

Seberapa hebatkah kedudukan ‘ustadz’? Seberapa sucikah kehormatan seorang ‘ustadz’? Koq ada akhwat yang sampai tergila-gila, tidak mau menikah kecuali dengan seorang ustadz. (Astaghfirullah).

Wahai ukhti sekalian…..

Ketahuilah, bahwa ustadz hanyalah seorang manusia biasa. Tidak lebih dan tidak kurang. Bahkan setiap kita adalah ustadz dan ustadzah. Karena kita diperintahkan untuk berdakwah, beramar makruf nahi mungkar, menyampaikan yang hak, dan menyeuarakan kebenaran.

Apakah ustadz menurut kalian, karena dia sering berceramah? Dia sering dipanggil untuk mengisi kajian2? Dia sering diminta untuk mengisi daurah2? Dia mengajar di Ma’had dan Pondok Pesantren?

Bukan wahai ukhtiku.. bukan itu…..

Sekali lagi, bukan itu…….

Ustadz juga manusia, ya mereka juga melakukan kekhilafan, bahkan terkadang ustadz atau tholabul ilm itu tidak mengamalkan apa yang mereka pelajari. bukan maksut saya di sini untuk merendahkan mereka, saya sangat hormat kepada mereka, hanya saja yang saya tekankan di sini kepada akhwat sekalian, bahwa tidak semua tholabul ilm itu dapat bertaqwa kepada Allah dengan taqwa yang sebenar – benarnya. Bahkan saya memiliki seorang teman jebolan pondok pesantren terkemuka di jawa tengah, tetapi dia sering menonton video porno bahkan meminum khamr. naudzubillah, dikemanakan ilmu antum ya thullabul ilm ? . jujur saja saya sangat kecewa terhadap thullabul ilm seperti ini . Ada juga tholabul ilm yang menggunakan kepiawaianya dalam ilmu agama dan bahasa arab untuk menggoda dan meluluhkan hati akhwat yang lemah , lalu kemudian bisa berkhalwat melalui telefon dengan alasan dakwah.. Astaughfirullah hal adzim .

Ow ya, saya juga ingat , ketika saya mendengarkan kajian ustadz badrussalam tentang tema pernikahan , beliau menceritakan tentang kisah seorang ustadz yang dulu belajar di jamiah islamiyah madinah . ketika selesai belajar , sebut saja fulan, balik ke indonesia dan berdakwah di sana. berselang beberapa tahun , si fulan sudah memiliki banyak jamaah dan disegani oleh rakyat sekitar, tetapi karena si fulan ini masih single dan ternyata terdapat satu akhwat yang selalu datang ke kajianya, ternyata syaitan merasuki mereka ,sehingga timbul lah rasa cinta berkedok nafsu yang telah disamarkan oleh syaitan. setelah beberapa hari , masyarakat sekitar mulai curiga terhadap ustad ini , kemudian memancing dengan memberi sms palsu untuk mengajak ustad ini bertemu dengan wanita tadi, dan ternyata kepergok bahwa ustad ini bertemu di tempat yang dijanjikan. subhanallah!.. ya Allah, lindungi kami semua dari fitnah wanita dan fitnah lawan jenis… aaamiiiinn

Kepada saudaraku, bersabarlah. jangan engkau berprasangka buruk kepadanya dan juga kepada Allah. Tetapi berprasangka baiklah kepada Allah. Karena yang pasti….dia bukan yang terbaik untukmu menurut Allah, Wallahu A’lam bish.

21 Maret 2012 . Malacca, Malaysia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s